Ramalan Mengerikan Buruh Pabrik (Tenaga Kerja Manusia Indonesia) digantikan Robot Industri di Indonesia

Dengan robot ini, perusahaan tradisional di manapun bisa memproduksi barang dengan biaya lebih hemat dan lebih cepat, serta lebih akurat dibandingkan sebelumnya.

Robot industri juga bisa dimanfaatkan untuk menangani pekerjaan dengan risiko tinggi yang mungkin bisa membahayakan pekerja manusia, terutama di pabrik yang menggunakan bahan kimia atau beban berat.

Hal ini menjadi berita menggembirakan untuk sektor manufaktur Indonesia, Namun Berita Mengerikan Bagi Industri Lain yang tidak berkaitan langsung dengan Manufaktur, seperti Industri Pariwisata, Peralatan Olahraga, Tekstil (PAKAIAN), Transportasi, Alas Kaki, Makanan dan Minuman, Rumah Makan, Perumahan, Pertanian, Televisi, Hiburan, Radio dan Masih banyak lainnya. KARENA  BURUH PABRIK MERUPAKAN KONSUMEN DARI INDUSTRI TSB, YANG MEMBELANJAKAN GAJI-NYA UNTUK KEHIDUPAN SEHARI-HARI (ISTILAH POPULERNYA BIAYA HIDUP) 

SISI BAIK Robot

Laporan International Federation of Robotics (IFR) menunjukkan, tingkat otomatisasi Indonesia adalah 39 unit robot per 10.000 karyawan — jauh lebih rendah dari rata-rata global yang mencapai 66 unit robot per 10.000 karyawan.

Namun, angka ini akan bertambah. Dengan hampir 1,3 robot juta robot industri baru yang akan terpasang di pabrik-pabrik di seluruh dunia hingga tahun 2018, robot industri akan menjadi unggulan dalam lingkungan produksi dengan fungsi sebagai alat yang bisa diandalkan untuk membantu pekerja dalam menjalankan operasional harian.

Dengan semakin ketatnya persaingan di semua industri, perusahaan-perusahaan Indonesia semakin menargetkan untuk mengembangkan beragam produk dan layanan baru yang akan membedakan mereka dari para pesaing.

Di sinilah otomatisasi bisa membantu — robot membantu mengurangi tekanan pada operasional harian industri manufaktur, sementara proses produksi dapat dilalukan dengan lebih cepat, lebih murah dan lebih akurat.

Selain pertimbangan finansial, peningkatan keterampilan karyawan juga merupakan elemen penting yang harus diutamakan. Robot kolaboratif atau cobot, adalah generasi baru mobile robot yang lebih ringan dan lebih mobile yang dapat bekerja dengan aman berdampingan dengan pekerja manusia berkat kemajuan dalam teknologi sensor dan vision.

Cobot-cobot tersebut fleksibel dan mudah diprogram, mampu menjalankan aplikasi berdasarkan program seperti mengangkat dan meletakkan, merawat atau melakukan penandaan terhadap mesin.

Dengan ini, pekerja manusia memiliki kesempatan untuk meng-upgrade keterampilan mereka dengan mudah menggunakan teknologi yang membantu menjalankan tugas repetitif secara lebih cepat dengan tingkat presisi yang sempurna.

Sebagai contoh, dalam industri manufaktur, cobot bisa diprogram untuk mengerjakan pekerjaan rutin dan berulang seperti perakitan, pengecoran dan pemasangan baut – semua ini merupakan pekerjaan yang memakan waktu dan membutuhkan prosedur dengan standar tinggi. Dengan cobot, komponen dari lini produksi tertentu bisa dinilai oleh sistem untuk pengecekan kualitas, ditarik atau diteruskan ke destinasi selanjutnya.

Cobot juga membebaskan pekerja dari pekerjaan berulang, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk lebih memainkan peran sebagai pengawas atau manajemen proyek. Mereka juga memiliki peluang untuk dapat meng-upgrade keterampilan mereka.

Hal seperti ini akan memberi kesempatan kepada para pekerja di Indonesia untuk mengembangkan keterampilan profesional mereka yang akan bermanfaat dalam jangka panjang.

Melihat lebih dekat ke UKM di Indonesia, yang merupakan 99,95% dari seluruh perusahaan di negara ini, cobot memberikan berbagai keuntungan ini dengan pengembalian modal yang lebih cepat dibandingkan robot industri tradisional, sehingga menjadikannya cocok untuk semua perusahaan terlepas dari skala atau jenis industrinya.

Teknologi canggih saat ini menawarkan banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh sektor manufaktur untuk menyederhanakan proses produksi.

Dengan hadirnya robot industri, terutama cobot, karyawan akan terus memerankan peran penting sebagai rekan kerja kolaboratif yang men-supervisi dan memastikan pekerjaan dijalankan dengan lancar dan aman, namun prosesnya dirampungkan dengan sangat presisi dan lebih cepat.

Pemilik perusahaan yang sudah membuat pabrik cerdas akan segera menyadari perlunya mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi.

Sisi Buruk Robot

Gempa Bumi Kembali Mengguncang Jepang, PLTN Fukushima Siaga

“Wilayah itu dilanda lindu yang lebih kuat dua hari lalu (Selasa, 15 Novemner 2016),” kata Badan Meteorologi Jepang.

“Sejauh ini tak ada masalah yang diamati di dua pembangkit listrik tenaga nuklir di dekat pusat gempa lepas pantai timur laut Jepang — PLTN Fukushima Daiichi dan Fukushima Daini — setelah gempa pukul 06.23,” kata operator Tokyo Electric Power Company (TEPCO) seperti dikutip dari Japan Today, Kamis (24/12/2016).

Menurut Tohoku Electric Power Co, sejauh ini juga tidak ada masalah di PLTN Onagawa di Prefektur Miyagi.

“Gempa terukur pada skala 4 intensitas seismik Jepang dari skala 7 di Fukushima dan Ibaraki Prefektur, dan skala 3 di Miyagi, Yamagata, Tochigi, Saitama dan Chiba Prefektur,” jelas lembaga Badan Meteorologi Jepang.

Gempa itu dirasakan meluas hingga ke Tokyo, Aomori dan Shizuoka. Kemungkinan ada sedikit perubahan di tingkat permukaan laut. “Tetapi tidak menimbulkan bahaya,” kata lembaga itu.

“Pusat gempa berada cukup dangkal di bawah dasar laut di Samudera Pasifik Fukushima,” tambah badan tersebut.

Sebelumnya, Fukushima dan sekitarnya dilanda gempa berkekuatan 7,4 skala Richter pada Selasa 15 November 2016 pagi. Memicu tsunami hingga 1,4 meter dari perkiraan awal mencapai 3 meter.

Badan Survei Geologi AS (USGS) menyebut, kekuatan gempa yang awalnya disebutkan 7,4 SR adalah 7,3 SR, sebelum akhirnya menurunkan kekuatannya ke angka 6,9 SR.

Seperti dikutip dari BBC, lindu terjadi pada kedalaman sekitar 25 kilometer. Peringatan tsunami juga dikeluarkan untuk Prefektur Miyagi.

Sekitar 10.000 orang mengungsi akibat gempa dan potensi tsunami tersebut, khawatir terjadi situasi sama dengan bencana lima tahun yang lalu ketika gempa 9 SR dan tsunami besar memorak-morandakan wilayah itu pada Maret 2011.

Bayangkan Jika Bangunan Manufaktur Hancur Berkeping-keping akibat Gempa Bumi dan Bencana Alam Lainnya. Apakah Proses Produksi Bisa berjalan normal kembali dalam hitungan detik seperti sebelum terjadi Gempa Bumi dan bencana alam?

Apakah robot-robot itu bisa membangun kembali pabriknya seperti sebelum terjadi gempa bumi dan bencana alam tanpa di perintah manusia?

Robot Sulit Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Negara

Perusahaan-perusahaan Jepang kompak menaikkan gaji karyawan Manusia setelah didesak Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe demi mendongkrak inflasi. Upah reguler di Jepang pun naik dalam tujuh bulan berturut-turut.

Kementerian Tenaga Kerja  Jepang melaporkan, gaji pokok naik 0,4 persen pada September  2015 ketimbang periode sama tahun lalu. Secara keseluruhan, pendapatan tunai tenaga kerja yang meliputi upah lembur dan pembayaran khusus meningkat 0,6 persen. Begitu juga upah yang disesuaikan dengan inflasi naik 0,5 persen.

Bank Sentral Jepang menilai, pendapatan harus tumbuh untuk mendorong belanja konsumen. Selama ini, Jepang masih terjebak dalam deflasi harga. Abe menargetkan inflasi sebesar 2 persen bisa dicapai pada tahun 2016.

Makanya, Pemerintah Jepang meminta perusahaan menaikkan anggaran investasi dan gaji karyawan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Kerugian Politik

Bayangkan Politisi Mr x Anggota DPRD ingin mempertahankan Jabatannya Sebagai Anggota DPRD melalui cara Pemilihan Umum. Sebelumnya beliau terpilih di daerah pemilihan x dimana terdapat pabrik-pabrik (manufaktur). Banyak Buruh Pabrik yang memilih beliau sebagai wakil di DPRD.

Pemilihan umum berikutnya Banyak Buruh Pabrik yang tidak lagi bekerja di pabrik-pabrik karena perannya sudah di gantikan oleh robot. Mr x yang semestinya terpilih lagi menjadi Anggota DPRD harus kecewa karena suaranya tidak mencukupi di karenakan Buruh Pabrik yang memilih dirinya berkurang.

Hilangnya Pendapatan negara dari Pajak Penghasilan

Dampak langsung akibat Penggunaan Robot industri di sektor swasta adalah hilangnya pajak Penghasilan. Hilangnya Pajak Penghasilan akan Berkurang -nya gaji dan tunjangan Tentara/polisi, Pegawai Negeri Sipil, anggota Dewan Perwakilan Rakyat, berkurangnya anggaran pembelian Senjata dan peralatan pertahanan negara, serta anggaran pembangunan infrastruktur, biaya pendidikan dan kesehatan warga negara.

 

 

Berkurang Pendapatan negara yang dihitung dengan metode Produk Domestic Bruto

Dalam bidang ekonomi, produk domestik bruto (PDB) adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu. PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional.

PDB dapat dihitung dengan memakai dua pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan. Rumus umum untuk PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah:

PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + (ekspor – impor)

Di mana konsumsi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, investasi oleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah oleh pemerintah, dan ekspor dan impor melibatkan sektor luar negeri.

Sementara pendekatan pendapatan menghitung pendapatan yang diterima faktor produksi

PDB = sewa + upah + bunga + laba

Di mana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha.

Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Namun karena dalam praktik menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan, maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran.

Berkurangnya Buruh Pabrik akan Mempengaruhi Konsumsi rumah tangga, apalagi jika Negara Tujuan Ekspor Utama seperti Eropa dan Amerika Serikat memberlakukan Proteksi terhadap Barang yang tidak di buat di negaranya.

Misalnya Memberlakukan Pajak Bea Masuk Yang tinggi. Hal Ini Menyebabkan Berkurangnya  pendapatan negara.

Penggunaan Tenaga Kerja Manusia sifatnya Politis dalam ekonomi Pemerintahan. Karena Ukuran prestasi Presiden (kepala pemerintahan) dalam bidang ekonomi, di nilai dari berapa Puluh Juta, Presiden menciptakan Lapangan Kerja untuk manusia di dalam negeri terutama di sektor swasta.

 

Filed under: ARTIKEL