Agen Bola – Saatnya Kembali Membuktikan Lionel Messi

Agen Bola – Saatnya Kembali Membuktikan Lionel Messi – Argentina terkenal sebagai tim penuh masalah di ruang ganti sepanjang tampil di Piala Dunia. Pada edisi 1994, isu doping menjadi akar kepanikan tim. Pada 1998, terjadi perselisihan internal tim. Pada 2002, ada kekhawatiran terhadap standar kebugaran yang terlalu tinggi dari pelatih Marcelo Bielsa. Pada 2006 dan 2010, terjadi konflik antar beberapa kelompok pemain. Artinya, kepala dingin adalah suatu keharusan jika Argentina ingin memaksimalkan kesempatan di Brasil.

Messi_master138

Sejak ditunjuk sebagai pelatih pada pada Agustus 2011, Sabella — asisten pelatih Daniel Passarella ketika Argentina berhasil mencapai perempat final di Piala Dunia 1998 Prancis — cenderung memilih pemain yang sama. Pelatih berusia 59 tahun ini mengabaikan bintang seperti Tevez dan Esteban Cambiasso untuk menghindari kemungkinan perselisihan di kamar ganti, menolak mencoba-coba penjaga gawang, dan menyukai pemain belakang berlatar low-profile.

Agen Bola

Sabella pernah menjuarai Copa Libertadores 2009 bersama Estudiantes. Eks pemain Sheffield United dan Leeds United ini terkenal jujur dan punya tekad kuat dalam memimpin tim. Meski demikian, Sabella sempat dicap sebagai pilihan pragmatis oleh publik Argentina. Tapi perlahan-lahan Sabella berhasil mengambil hati mereka.

Di masa kualifikasi, meski sempat kalah dari Venezuela dan bermain imbang dengan Bolivia, Sabella berhasil membawa Argentina tidak terkalahkan selama 18 bulan sebelum akhirnya takluk dari Uruguay di partai terakhir.

Agen Bola – Saatnya Kembali Membuktikan Lionel Messi – Ini bukan perkara cara menyerang skuat Argentina. Mencetak gol seharusnya bukan masalah serius pasukan Alejandro Sabella. Sebaliknya, kekhawatiran utama La Albiceleste adalah pertahanan.

Argentina akan menuju Piala Dunia 2014 Brasil dengan harapan setidaknya mencapai semifinal. Taget itu seharusnya patut dianggap sebagai kemajuan sepakbola Argentina dalam sepakbola nasional mereka dalam dua dekade terakhir. Argentina hanya mampu mencapai perempat final di Prancis (1998), Jerman (2006), dan Afrika Selatan (2010).

Bandar Bola

Di zona CONMEBOL, Argentina senior juga tak pernah juara sejak Copa America 1993. Mereka hanya mentok sebagai runner-up di kompetisi akbar Amerika Selatan tersebut pada 2004 dan 2007. Namun, Argentina kini boleh berharap meneruskan langkah tim yunior yang berhasil meraih medali emas Olimpiade 2004 di Athena dan 2008 di Beijing.

Senjata utama mereka di depan, tidak lain dan tidak bukan, adalah Lionel Messi. Penyerang FC Barcelona ini sekarang berusia 26 tahun — usia legenda Diego Maradona ketika Argentina mengangkat trofi Piala Dunia 1986 atau yang kedua kalinya sekaligus yang terakhir.

Dalam hal kemampuan dan talenta, penyerang seperti Messi, Sergio Aguero, dan Gonzalo Higuain (sayang tidak ada Carlos Tevez di sini) merupakan jaminan menjadi top skorer di Brasil. Artinya bila trio ini dimainkan sekaligus oleh Sabella maka gol bukan isu utama bagi Argentina.

 

Posted By :

Agen Taruhan